Kediri – Belakangan ini media sosial ramai dengan video viral yang memperlihatkan penemuan struktur candi raksasa di Situs Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Video tersebut menampilkan batu-batu besar, arca, serta makara berukuran megah sehingga banyak warganet menyebutnya sebagai candi yang lebih besar daripada Candi Borobudur.
Meskipun demikian, video yang beredar tersebut bukanlah dokumentasi penemuan terbaru. Rekaman itu berasal dari proses ekskavasi tahun 2022 yang kini kembali viral. Situs Adan-Adan sendiri memang memiliki potensi luar biasa sebagai salah satu kompleks percandian terbesar di Jawa Timur. Berikut enam fakta menarik mengenai situs tersebut:
1. Video Viral Berasal dari Ekskavasi Tahun 2022
Video yang sedang viral di media sosial merupakan dokumentasi kegiatan penggalian pada tahun 2022. Juru Pelihara Situs Adan-Adan, Ikhwan, menegaskan bahwa tidak ada penemuan baru-baru ini. “Itu foto-foto lama waktu ekskavasi tahun 2022,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
2. Telah Diteliti Sejak Tahun 2016
Situs Adan-Adan bukanlah penemuan mendadak. Kawasan ini telah menjadi perhatian arkeolog sejak tahun 2016. Penggalian dilakukan secara bertahap hampir setiap tahun untuk mengungkap struktur dan artefak yang tertimbun. Hasil sementara menunjukkan bahwa situs ini berasal dari abad ke-9 hingga ke-11 Masehi.
3. Diduga Merupakan Kompleks Candi Buddha
Temuan kepala arca Buddha dan fragmen stupa pada tahun 2020 memperkuat dugaan bahwa situs ini adalah kompleks percandian Buddha. Pola bangunan bertingkat serta keberadaan stupa mengindikasikan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat kegiatan keagamaan yang penting pada masa lalu.
4. Makara Raksasa yang Diduga Lebih Besar dari Borobudur
Salah satu temuan paling mencolok adalah makara berukuran sangat besar. Ukuran makara ini disebut-sebut lebih besar daripada makara yang terdapat di Candi Borobudur. Menurut Ikhwan, ukuran makara biasanya menjadi indikator luasnya bangunan candi. Bahkan ada yang menyebut makara di situs ini termasuk yang terbesar di Asia Tenggara.
5. Kawasan yang Sangat Luas dengan Pola Mandala
Meskipun belum sepenuhnya terbuka, situs ini memiliki pola mandala dengan bangunan inti di tengah yang dikelilingi teras-teras. Dari 48 titik penggalian, bangunan utama diperkirakan berukuran sekitar 21 meter. Luas keseluruhan kawasan situs mencapai sekitar 800 meter persegi, menjadikannya salah satu kompleks percandian terbesar di wilayah Kediri. Banyak struktur masih tertimbun tanah dan terus diteliti.
6. Diduga Hancur Akibat Letusan Gunung Kelud
Tim arkeolog menemukan puncak stupa yang terkubur dalam tanah, menandakan candi kemungkinan roboh akibat bencana alam besar. Diduga kuat akibat aktivitas vulkanik Gunung Kelud atau bencana serupa. Selain itu, ditemukan pula arca yang belum selesai dikerjakan, mengindikasikan pembangunan terhenti secara mendadak.
Situs Adan-Adan kini menjadi sorotan karena potensinya yang luar biasa. Penelitian terus berlanjut untuk mengungkap lebih banyak misteri sejarah Kerajaan Kediri dan peradaban Buddha di Jawa Timur. Situs ini terletak di Dusun Puhsul, Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Penemuan ini mengingatkan kita bahwa Indonesia masih menyimpan banyak warisan purbakala yang belum sepenuhnya terungkap. Marilah kita bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.