Menu Tutup

Demo Ricuh di Depan Pendopo Kabupaten Indramayu, Massa Lempar Puluhan Ular sebagai Bentuk Kekecewaan

Indramayu — Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Topi Jerami di depan Pendopo Kabupaten Indramayu pada Kamis, 7 Mei 2026, berubah ricuh. Massa aksi saling dorong dengan aparat keamanan dan melepaskan puluhan ekor ular ke area gerbang pendopo.

Menurut keterangan massa, pelemparan ular dilakukan sebagai bentuk protes karena Bupati Indramayu, Lucky Hakim, tidak menemui mereka. Koordinator aksi, Rahmat Hidayat, menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan ungkapan kekecewaan mendalam atas sulitnya akses bertemu kepala daerah.

Dalam unjuk rasa tersebut, massa menyampaikan berbagai tuntutan, antara lain penanganan masalah sampah, kualitas pendidikan, kondisi ekonomi masyarakat, serta dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Indramayu senilai miliaran rupiah. Aksi sempat memanas ketika massa dan aparat saling dorong, namun situasi dapat dikendalikan tanpa korban luka akibat gigitan ular.

Hingga berita ini ditulis, unjuk rasa berlangsung aman dan massa membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan aspirasinya. Aparat keamanan yang berjaga sempat mundur saat ular-ular dilepaskan, tetapi tidak ada eskalasi lebih lanjut.

Aksi ini menjadi sorotan publik dan viral di media sosial karena metode protes yang tidak biasa. Pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan massa dan insiden tersebut.

Kejadian ini mencerminkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap respons pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi warga Indramayu.

Related Posts