Manggarai Timur — Polisi mengungkap motif di balik peristiwa tragis yang menimpa seorang ayah berinisial YD (34) yang menghabisi nyawa anaknya sendiri, AD (7), sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, menyatakan bahwa YD diduga mengalami depresi berat akibat masalah keluarga. Saat itu, ia sedang dalam proses gugatan cerai yang diajukan oleh istrinya. Peristiwa tersebut terjadi di rumah mereka di Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, pada Kamis (11/6/2026).
YD dan istrinya telah tinggal terpisah karena konflik rumah tangga. YD kemudian membawa anak laki-lakinya kembali ke kampung halaman, sehingga AD tidak lagi bersekolah. Kondisi ini semakin memperburuk tekanan batin yang dialami YD.
Menurut penyelidikan polisi, YD terlebih dahulu membunuh anaknya dengan cara membekap mulut dan hidung hingga korban kekurangan oksigen dan meninggal dunia. Setelah itu, YD menggantung diri di balok plafon rumah.
YD ditemukan tergantung di salah satu ruangan rumah. Sementara jasad AD ditemukan kaku di tempat tidur, dengan selimut menutupi tubuhnya. Kondisi jasad anak menunjukkan cairan keluar dari hidung dan mulut berbusa. Hasil visum et repertum menyebutkan lebam pada pelipis kanan AD serta tanda-tanda kekurangan oksigen.
Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan kotak obat-obatan medis dan sepotong kayu sepanjang 37 sentimeter. Pada jasad YD, terdapat luka lebam di leher sesuai dengan bekas jeratan tali, serta polisi menyimpulkan ia meninggal murni karena gantung diri.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila mengalami gejala depresi atau pikiran untuk bunuh diri, segera hubungi psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan dampak masalah keluarga dan kesehatan mental yang tidak tertangani dengan baik. Polisi terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada unsur lain di balik kejadian tragis tersebut.